Kuliah Bersama Antara Unesa dan UNS ‘’Penerapan R&D Dalam Meningkatkan Kualitas Penelitian Di Dalam Prodi S2 Pendidikan Ekonomi 2022’’

Kuliah Bersama Universitas Negeri Surakarta (UNS) dan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang megusung tema “Penerapan R&D dalam
meningkatkan kualitas penelitian di dalam prodi S2 Pendidikan Ekonomi 2022” yang diselenggarakan via
daring melalui aplikasi zoom meeting
pada tanggal 19 Oktober 2022
“Educational Reserarch and Development
merupakan sebuah penelitian yang berbasis industri model pengembangan dimana
temuan hasil penelitian digunakan untuk mendesain baru produk dan prosedur,
yang kemudian secara sistematis diuji lapangan, dievaluasi, dan disempurnakan
sampai memenuhi spesifikasi kriteria efektivitas, kualitas, atau standar
serupa.” Penjelasan dari Prof. Soetarno joyoatmojo., M.Pd.
“Educational Research and Development (R&D)
adalah proses yang digunakan untuk pengembangkan dan memvalidasi pendidikan
produk. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus
R&D, yang terdiri dari (1) mempelajari temuan penelitian yang berkaitan
dengan produk untuk dikembangkan, (2) mengembangkan produk berdasarkan temuan
ini, (3) pengujian lapangan dalam pengaturan di mana itu akan digunakan pada
akhirnya, dan (4) merevisi untuk mengoreksi kekurangan yang ditemukan pada
tahap uji lapangan. Di program R & D yang lebih ketat, siklus ini adalah
diulang sampai data uji lapangan menunjukkan bahwa produk memenuhi tujuan yang
ditetapkan secara perilaku.”
Implementasi Langkah alternatif 2 menurut Prof.
Soetarno joyoatmojo., M.Pd. Menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan yakni
yang pertama adalah eksplorasi pada tahap ini memilih produk yang akan di
kembangkan, kedua melakukan kajian teori yang relevan, ketiga menentukan
spesifikasi produk, keempat menyusun protipe berdasarkan spesifikasi.
Pada tahapan kedua menguji kelayakan produk dengan
melakukan uji coba prototipe produk di lapangan, hingga produk dikatakan layak
berdasarkan kriteria tertentu dalam pengujian ini bersifat formative
assesment produk hasil uji coba. Pada tahapan ketiga pengujian menguji kefektifan
produk dengan melakukan eksperimen pengujian ini bersifat sumatif assessment.
Pada tahap ini di mungkinkan melakukan formatif assessment untuk
menyempurnakan produk, produk akhir. Pada tahapan keempat diseminasi, melakukan
disemenasi produk.
“Cara Mengidentifikasi Variabel pada 21st Century
Learning memiliki beberapa tahapan. 1) Knowledge Work
menuntut pasokan yang terlatih dengan baik pekerja: Pekerja menggunakan
kekuatan otak dan alat digital untuk melamar keterampilan pengetahuan yang
terasah dengan baik untuk pekerjaan mereka sehari-hari.Pekerjaan Pengetahuan
sering dilakukan secara kolaboratif dalam tim tersebar di beberapa lokasi,
menggunakan perangkat untuk berkoordinasi pekerjaan proyek. Kebutuhan akan
pekerja pengetahuan untuk berkreasi dan berinovasi Produk dan layanan sebagai
kekuatan pendorong utama ekonomi pertumbuhan dan pekerjaan di abad ke-21. 2) Thinking
tools merupakan teknologi dan perangkat serta layanan digital yang memenuhi
pengetahuan pekerja alat berpikir mungkin merupakan kekuatan paling ampuh untuk
perubahan di abad ke-21. Alat berpikir dan pengetahuan membantu kita belajar,
bekerja, dan jadilah kreatif. 3) Digital lyfestyles merupakan generasi baru
telah tumbuh, generasi baru lebih banyak tentang alat paling kuat untuk
perubahan dalam masyarakat kita: informasi & komunikasi digital teknologi.
4) Learning research merupakan lima temuan kunci dari penelitian dalam
ilmu belajar untuk mengarahkan dan memandu upaya kami dan membentuk kembali
belajar untuk memenuhi waktu.” Penjelasan dari Prof. Soetarno joyoatmojo., M.Pd.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Soetarno joyoatmojo.,
M. Pd. Selaku dosen dari Universitas negeri Surakarta (UNS) dan Prof. Dr.
Waspodo Tjipto Subroto., M.Pd. selaku dosen dari Universitas Negeri Surabaya
(UNESA), beserta mahasiswa UNS dan UNESA dari prodi S2 Pendidikan Ekonomi 2022.