PELATIHAN APLIKASI SISTEM APLIKASI KEUANGAN BANK INDONESIA UNTUK UMKM

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan pondasi dalam perekonomian suatu negara, tak terkecuali di
Indonesia. Tercatat jumlah UMKM di negara-negara maju rata-rata mencapai 90% dari
total seluruh unit usaha, dan menyerap 2/3 tenaga kerja dari jumlah
pengangguran yang ada disuatu negara. Di Indonesia sendiri, keberadaan UMKM
terbukti sangat tangguh dalam menghadapi krisis keuangan yang terjadi pada
tahun 1998. Setelah 19 tahun berlalu keadaan tersebut tidak mengalami perubahan
yang signifikan.
Berdasarkan sensus ekonomi yang dilakukan pada tahun 2016 oleh BPS
menunjukkan bahwa dari 26,7 juta usaha (di luar sektor pertanian), 98,33 %
merupakan usaha mikro dan kecil (UMK). Sementara itu sisanya yaitau usaha
berskala menengah dan besar sebesar 1,6% (Razkia, 2018). Hal ini menunjukkan
bahwa sebagian besar pengerak perekonomian di Indonesia adalah usaha dengan
skala mikro dan kecil. Meskipun jenis usaha ini merupakan jenis usaha yang paling
kuat bertahan di masa krisis moneter, bukan berarti usaha mikro tidak menemui
permasalahan krusial. Begitu banyak permasalahan yang harus dihadapi usaha
mikro dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya, seperti permasalahan
permodalan, kesulitan pemasaran, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan
bahan baku, dan penggunaan teknologi. Dari berbagai permasalahan yang dihadapi
UMKM, salah satunya adalah pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi.
Tantangan UMKM di Indonesia adalah pembagian tugas yang jelas
tidak ada antara bidang administrasi dan operasional. Sebagian besar UMKM
dikelola perorangan yang merangkap sebagai pemilik sekaligus pengelola,
sehingga pemilik merasa tidak memiliki waktu untuk membuat laporan keuangan
yang memadai. Pada kesempatan ini, kami para mahasiswa S2 Pendidikan Ekonomi
Universitas Negeri Surabaya diberikan kesempatan untuk melakukan sebuah
pelatihan. Dengan membaca situasi yang ada, maka kami memutuskan untuk membuat
pelatihan yang berjudul PELATIHAN APLIKASI SISTEM APLIKASI KEUANGAN BANK
INDONESIA UNTUK UMKM. Kegiatan ini diprakarsai oleh dua mahasiswa yaitu
Reza Ayu Palupi dan Ernanda Nur Hamidah serta Ibu Dr. Harti, M.Si. sebagai
dosen pengampu Mata Kuliah Kajian Kewirausahaan.
Melihat dari proses pelaksanaan kegiatan tersebut, banyak antusias peserta kegiatan yang belum berkesempatan untuk mengikuti pelatihan berkeinginan untuk bergabung. Namun karena keterbatasan waktu, hanya ada beberapa orang yang berkesempatan untuk mengikutinya. Harapannya, dengan adanya perwakilan tersebut, mereka dapat menyebarkan ilmu yang telah didapat selama pelatihan kepada teman-teman sesama pegadang. Kegiatan yang berlangsung dengan peserta sejumlah 10 orang, dan diutamakan adalah pengurus dari Sentra Wisata Kuliner Karah. Lokasi ini merupakan pusat kuliner dan UMKM yang berada pada Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan. Adapun pelatihan yang dilakukan adalah mengenai penggunaan Aplikasi SI APIK BI yang meliputi multiuser dan multisector, Pencatatan Double entry dan single entry, Laporan keuangan, Grafik, dan standar.
Selama mengkuti pelatihan, semua peserta sangat antusias dan memperhatikan Langkah-langkah pelaksanaan dan penyusunan laporan keuangan untuk masing-masing usaha mereka. Menurut salah seorang pedagang yang Bernama Ana Iriangrum, yang juga sebagai bendahara di Sentra Wisata Kuliner Karah tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ilmu baru yang beliau terima, sehingga beliau berharap dapat mengaplikasikan dengan baik sebagaimana tujuan dari penyusunan laporan keuangan menggunakan Aplikasi SI APIK BI ini. “Kalau bisa, kegiatan seperti ini jangan hanya sekali, bisa ditambah lagi kegiatan lain sehingga bersifat continue,” tambahnya.
Tidak hanya bendaharanya, Ketua Paguyuban UMKM Sentra Wisata
Kuliner Karah pun angkat bicara. Menurutnya kegiatan ini seharusnya dapat
dilakukan sebagai pendampingan kepada para pelaku UMKM sehingga bisa menyajikan
laporan keuangan yang baik dan benar. Karena mereka menyadari bahwa para UMKM
hanya membuat berupa catatan mengenai kas masuk dan kas keluar. Di samping itu,
kurangnya pemahaman mengenai pembukuan ataupun akuntansi membuat pelaku UMKM
merasa apatis terhadap laporan keuangan. Sebagian UMKM merasa laporan keuangan
tidaklah terlalu penting bagi keberlanjutan usaha mereka.
Dengan adanya Kerjasama dari semua pihak, baik peserta,
penyelenggara, dan pengurus Sentra Wisata Kuliner Karah acara yang dilaksanakan
pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2022 ini dapat terlaksana dengan baik. Kami
sebagai pemateri pun sangat senang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan
sekitar, mengingat Kawasan ini juga masih dekat dengan Universitas Negeri
Surabaya. (Reza/Nanda)